Muhdi Kurnianto

Beranda » Uncategorized » Blue Ocean Strategy

Blue Ocean Strategy

Kategori

Iklan

blue-ocean-strategyBlue Ocean Strategy (BOS), yang ditulis oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne adalah bagian dari proses strategi bisnis. Dari segi definisi BOS adalah strategi bisnis yang menerapkan penguasaan ruang pasar yang tidak diperebutkan (uncontested market space) sehingga membuat persaingan menjadi tidak relevan. Pasar yang tidak diperebutkan tersebut dianalogikan sebagai Blue Ocean (Samudera Biru) dimana suatu organisasi bermain sendirian tanpa ada pesaing. Sebaliknya kondisi dimana ruang pasar saling diperebutkan oleh berbagai pihak dengan cara apapun seakan-akan sampai berdarah-darah, maka kondisi ini dianalogikan sebagai Red Ocean atau Samudera Merah.

Analisa Blue Ocean Strategy Menentukan business strategy dalam lingkungan yang sarat perubahan harus menciptakan inovasi yang harus mempertimbangkan tiga hal: who, what dan how . Who adalah siapa, yaitu sasaran segmentasi yang sesungguhnya ingin di capai, What adalah value apa yang akan diberikan dengan inovasi tersebut, dan How adalah bagaimana caranya menciptakan inovasi tersebut. Blue Ocean Strategy (BOS) adalah sebuah proses management strategic yang mampu mengubah paradigma pelaku bisnis dalam menghadapi persaingan. BOS adalah mengenai bagaimana menguasai ruang pasar yang tidak diperebutkan sehingga dengan demikian persaingan menjadi tidak relevan. Pasar yang bebas dari kompetisi ini disebut sebagai Blue Ocean atau samudera biru sementara yang sarat dengan persaingan adalah Red Ocean.

 

Kajian ini menitikberatkan pada Blue Ocean Strategy karena strategi ini menyeimbangkan value antara customer dan keuntungan perusahaan yang diakomodasi dalam strategi bisnis. Yang ingin ditekankan adalah apa yang dibutuhkan oleh industri penyiaran adalah inovasi yang menciptakan value, bukan inovasi saja dan keluar dari persaingan tetapi lebih dari itu, bagaimana menciptakan value bagi konsumen industri ini yang tidak didapatkan dari pesaing. Selain itu juga untuk mempertimbangkan keberlangsungan bisnis penyiaran dalam jangka panjang, inovasi dan value yang diciptakan harus mempertimbangkan faktor economic dan provitable. Artinya pelaku bisnis harus sangat mempertimbangkan inovasi yang dilakukan yaitu berapa biaya yang di keluarkan harus feasible secara ekonomis dan mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang. Berikut ini gambar yang menjelaskan hubungan antara inovasi dan tingkat permintaan.

Gambar dibawah ini mencoba menghubungkan bagaimana inovasi nilai secara radikal akan meningkatkan daya tarik dengan meningkatnya permintaan terhadap produknya, yang menggeser kurva permintaan dari D1 ke D2.

 

Harga ditentukan secara strategis dari P1 ke P2 dengan tujuan memperluas pasar. Hasilnya, meningkatnya penjualan spasi iklan dari Q1 ke Q2. Selain itu juga mengurangi biaya rata-rata jangka panjang dari LRAC1 menjadi LRAC2 yang secara jangka panjang menghindari munculnya follower pada inovasi ini. Akibatnya pemasang iklan akan mendapatkan value dari iklan yang dipasangnya dari area axb menjadi eyf. Demikian juga bagi perusahaan memperoleh kenaikan laba dari area abcd menjadi efgh. Sehingga menciptakan kondisi yang win-win solution baik bagi pemasang iklan maupun bagi perusahaan.

Analisa Blue Ocean Strategy Menentukan business strategy dalam lingkungan yang sarat perubahan harus menciptakan inovasi yang harus mempertimbangkan tiga hal: who, what dan how

  1. Menciptakan ruang pasar baru
  2. Membuat kompetisi menjadi tidak relevan
  3. Menciptakan dan menjangkau demand baru

Pendekatan yang sistematis yang dirancang oleh Kim dan Mauborgne dalam membuat Blue Ocean Strategy secara garis besar terdiri dari enam prinsip strategi yang terkelompok dalam dua prinsip yaitu Prinsip Perumusan dan Prinsip Pelaksanaan.

 

–  Prinsip Perumusan

1. Merekonstruksi batasan-batasan pasar. Caranya dengan melakukan kerangka kerja “six path” yaitu:

a. Mencermati industri-industri alternatif.

b. Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri.

c. Mencermati rantai pembeli.

d. Mencermati Penawaran Produk dan Jasa Pelengkap.

e. Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli.

f. Mencermati waktu.

g. Fokus pada gambaran besar bukan pada angka.

 

2. Menjangkau melampaui permintaan yang ada.

3. Melakukan rangkaian strategis dengan tepat dengan melakukan urutan sebagai berikut:

a. Utilitas, sejauh mana produk memiliki utilitas atau kemanfaatan bagi konsumennya.

b. Harga. Yaitu menerapkan harga strategis yang tepat sehingga menarik massa pembeli sehingga mereka mempunyai kemampuan membeli produk yang ditawarkan.

c. Biaya. Apakah perusahaan bisa mencapai biaya sasaran sehingga perusahaan bisa mendapatakan keuntungan pada level harga yang strategis.

d. Pengadopsian. Apakah ada rintangan atau hambatan dalam pengadopsian ide.
–  Prinsip Eksekusi atau Pelaksanaan

1.  Mengatasi hambatan-hambatan utama dalam organisasi.

2. Mengintegrasikan Eksekusi ke dalam Strategi. Organisasi harus mengintegrasikan eksekusi ke dalam strategi sejak awal.

*Ditulis dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: